ada yang salah, saatku melihatmu menatap dia~ dia~
hati ini tak tenang, namun kau pun semakin tenggelam
dalam~ bayang~ bayang~ dirinya~
apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
terus mencoba untuk, mengalihkan rasa curigaku tenang~ aku tenang~
namun tak bisa ku tutupi, semua rasa yang mengganggu
dan kau pun perlahan~ perlahan hilang~
apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (diriku bukanlah milikmu)
semakin kau menutupi, semakin ku mengerti apa isi hatimu~
sudahlah tak perlu kau berkelit~
karna kau pun tak berdaya untuk terus mengelak~ mengelak~
dan waktupun menjawab semua tanya~
bidukku menuntunku untuk harus menerima~
biarkanlah karena ku percaya karma~
berbahagialah hingga saatnya tiba, tiba, tiba, tiba, tiba datang
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
pecundang tetaplah pecundang (pecundang tetaplah pecundang)
Thanks for visit :D
No comments:
Post a Comment